Belakangan ini, istilah stoicism cukup hangat diperbincangkan di media sosial. Banyak yang mengatakan, Stoicism adalah cara bagaimana kita mendapatkan kebahagiaan sejati. Filsafat satu ini juga mengajarkan bahwa kebahagiaan ada pada hal hal yang bisa kita kendalikan. Bagaimana sih maksudnya? Yuk simak penjelasannya bareng mimin pinak.

Apa itu Filosofi Stoicism?

Menurut mediaindonesia.comStoicism adalah salah satu aliran filsafat kuno yang berharga untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan penuh kebijaksanaan. Filosofi ini berasal dari Yunani kuno dan sudah mempengaruhi banyak aspek kehidupan, dari etika hingga manajemen stress.

Asal-usul Stoicism

Stoicism berasal dari Yunani kuno pada abad ke-3 SM, dan mendapat pengaruh kuat dari para filsuf seperti Zeno, Cleanthes, dan Epictetus. Filsuf romawi seperti Seneca, Musonius Rufus, dan Kaisar Marcus Aurelius juga dikenal sebagai penganut Stoicism yang terkenal.

Filosofi ini berasal dari kata \”Stoa\” yang berarti beranda atau bisa juga diartikan tempat berjalan. Ada juga yang mengatakan karena Zeno pendiri Stoicism pertama kali mengajar pada sebuah beranda di Athena, Yunani. Dan dari situlah aliran filosofi ini dinamakan.

Prinsip-Prinsip utama Stoicism

Melansir dari goodnewsfromindonesia.id dan kitalulus.com ada beberapa prinsip Stoic yang bisa kamu terapkan untuk hidup yang lebih bahagia


1. Fokus pada hal-hal yang ada dibawah kendali kita

Menurut Stoicism, ada hal yang bisa kita kendalikan dan tidak bisa kendalikan. Namun kerap kali hal yang tidak bisa kita kendalikan lebih sering dipikirkan ketimbang yang bisa kita kendalikan. Misalnya kekayaan, reputasi, dan kesehatan

Jika kita lebih sering memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan maka akan muncul segala macam perasaan negatif seperti kecewa, sedih, bahkan marah karena kita menggantungkan kebahagiaan terhadap hal-hal diluar kendali kita.

Untuk itu, kebahagiaan seharusnya digantungkan pada hal-hal yang berada dalam kendali kita. Jika kita tidak memiliki pencapaian yang diperoleh orang lain, maka jangan larut untuk memikirkan kenapa hal tersebut tidak terjadi pada diri kita, namun cobalah untuk meningkatkan kapabilitas diri sebagai hal yang dapat kita kendalikan.

2. Hidup harmonis dengan alam

Manusia merupakan bagian dari alam semesta yang dibekali akal dan budi. Menurut Stoicism, untuk meraih kebahagiaan maka kita juga harus hidup selaras dengan alam. Untuk itu, kita perlu untuk menjaga alam seperti membuang sampah pada tempatnya.

3. Manfaatkan waktu sebaik mungkin

Filosofi ini juga mengajarkan bahwa waktu adalah aset berharga manusia. Karena waktu tidak dapat diulang kembali. Oleh karena itu, kita harus menggunakan waktu sebaik-baiknya. Hindari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, atau menyia-nyiakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat.

4. Ciptakan kebahagiaanmu sendiri

Setiap orang memiliki definisi kebahagiaannya masing-masing. Untuk itu, ciptakan kebahagiaanmu sendiri, bukan berdasarkan apa yang orang lain katakan. Menurut Marcus Aurelius, salah satu filsuf stoic menjelaskan bahwa apa yang kita lihat adalah perspektif, bukan fakta. Untuk itu, berhentilah terlalu khawatir dengan perkataan orang lain dan mulailah mendengarkan kata hati sendiri.

5. Tidak Memperumit masalah

Prinsip lain dari Stoicism adalah menyederhanakan masalah. Memperumit masalah hanya akan menambah masalah bagi diri kita. Ketika ada masalah yang terjadi, kuncinya adalah menyelesaikan secara langsung tanpa harus membuatnya menjadi rumit.

Rekomendasi Buku tentang Stoicism

Ada beberapa buku yang cocok dibaca bagi kamu yang ingin memperdalam ilmu stoic ini, diantaranya:

1. Filosofi Teras

Hal yang menarik dari buku ini terletak pada tujuannya yaitu \”Hidup dalam ketenangan dan terbebas dari emosi negatif\”. Oleh karena itu, pada setiap bab Filosofi Teras terdapat pelajaran yang bisa diambil, salah satunya yaitu dalam menjalani kehidupan harus selaras dengan alam.

2. Letters From a Stoic

Buku ini adalah karya Seneca. Di buku ini ada 124 pesan yang ditulis Seneca yang merupakan salah satu tokoh stoikisme terkenal dari Yunani. Ian menuliskan banyak pesan bijaksana yang pastinya cocok untuk kamu yang ingi belajar stoic.

3. The Daily Stoic

Buku ini membahas tentang stoic dan juga bagaimana kita melatih diri untuk menerapkan ilmu stoic dalam kehidupan sehari hari.

Penutup

Cukup sekian pembahasan dari mimin, kalau ada saran mau bahas apa boleh langsung komen supaya kita bisa belajar bareng. Sampai ketemu di artikel selanjutnyaa.

One thought on “Bahagia dengan ilmu Stoicism”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *